Tuesday, 2 February 2016

Riddle Reveal

Santaku memberi riddle yang menurut aku cukup rumit...

Aku adalah 2 Januari, 
punya 3 anak laki-laki, 
memelihara 1 hantu rumah, 
kadang orang membacaku secara terbalik, 
dan ya itulah aku. 
Renungkanlah maka kamu akan bertemu aku.

ADUH! Entahlah! Udah merenung sampe berhari-hari tetep aja ngga kepikiran siapa orangnya. Akhirnya milih baca buku hadiah dari Santa: Tanah Tabu dan Sabtu Bersama Bapak. Aku sukaaa banget sama dua buku itu, tapiiii... tetep ngga kepikiran siapa Santa ini sebenarnya. Mikirn santa sampe ngga bisa mikir review, padahal udah kelar... Fiuh.

Well, "2 Januari" itu sepertinya tanggal lahir. TAPI DIMANA AKU BISA CEK ULTAH MEMBER BBI? T.T T.T Udah ngubek-ngubek list member tapi ngga ada disebut tanggal lahir. OH!

Trus "punya 3 anak laki-laki", hmm, Kalo bukan anak Jabo atau anak Joglosemar, I have no idea apakah dia masih mbak-mbak atau sudah ibu-ibu. *nangis lagi

Apalagi 1 hantu rumah. Yang manusia aja aku ga bisa nebak, apalagi hantu *nangistambahkenceng

Sampai disini, bagian orang membacaku secara terbalik bener-bener tidak menyalakan cahaya apapun di otakku  *udahgabisanangis

Tapi diskusi dengan Dinoy, Mel dan Mba Dew, lumayan menginspirasi. Sepertinya 3 anak laki-laki itu tidak berarti harafiah. Bisa jadi karya, bisa juga jumlah blog. Nah, bisik-bisik dari Mba Dew, ada satu orang yang punya blog sampe 3. So, I cross my finger aaaannnddd...

Are you my Secret Santa, Mba Andrea?



Sunday, 10 January 2016

Riddle Secret Santa 2015

Akhirnya kembali juga ke Jakarta dan dapet internet!!!

Iya sih, harusnya udah berabad-abad yang lalu aku posting riddle T.T Tapi, tapi, aku justru dengan sukses ngga posting-posting sampe udah ganti tahun. Maafkan aku ya panitia...

Anyway, terima kasih Santa yang baik hati buat bukunya. Tanah Tabu dan Sabtu bersama Bapak udah kelar dibaca. Tunggu reviewnya ya Santa^^

Aku belom tau sih siapakah Santa yang memberiku riddle seperti ini,
Aku adalah 2 Januari, punya 3 anak laki-laki, memelihara 1 hantu rumah, kadang orang membacaku secara terbalik, dan ya itulah aku. Renungkanlah maka kamu akan bertemu aku.
Oh! Bagaimana ini, siapakah kamu wahai Santaku???

Baiklah, lebih baik aku merenung dulu biar bertemu dengan Santa.


Wednesday, 18 November 2015

Wishlist Secret Santa 2015




Santa-ku yang baik,

Maaf ya, aku baru sempat update blog sekarang. Targetmu yang satu ini memang agak-agak tidak tahu diri :'( Udah bagus Santa mau ngasih hadiah buku, eh kok ya targetmu ini malah ngga juga nulis wishlistnya apa >.< Wishlist aku ngga banyak kok Santa. Kemarin main-main ke Gramedia dan lihat buku-buku ini. Silakan Santa pilih sesuai kebaikan hati Santa^^






Terima kasih Santa^^ I love you! Semoga aku bisa menebakmu dengan benar yaa :D



Tuesday, 10 February 2015

84 Charing Cross Road


Judul      : 84 Charing Cross Road
Penulis   : Helena Hanff
Penerbit : Sphere
Jumlah Halaman : 230 halaman


Bagaimana rasanya menemukan seseorang yang kepadanya kita bisa bercerita apa saja tentang buku? Tidak banyak orang yang bisa memahami seorang kutu buku. Siapa yang bisa memahami perasaan-perasaan yang timbul ketika kita sedang dan atau habis membaca sebuah buku? Siapa yang bisa melihat never ending wish list sebagai sebuah mimpi yang butuh disemangati? Siapa yang bisa mengerti asyiknya berburu buku bekas di sebuah toko buku yang berantakan dengan buku-buku yang ditumpuk sembarangan? Siapa yang bisa ikut bahagia ketika kita melambung karena mendapatkan buku yang selama ini kita cari-cari?

Beruntunglah seorang kutu buku yang bisa menemukan teman seperti itu.

Beruntunglah Helena Hanff yang menemukan Frank Doel.

Semuanya berawal dari sebuah surat yang ditulis Helena, seorang penulis Amerika penggemar buku-buku non fiksi, untuk Marks & Co, sebuah toko buku yang beralamat di 84 Charing Cross Road, London. Surat itu memuat daftar panjang buku-buku yang menjadi wish list Helena sekaligus uang sebanyak $5. Seorang staf di Marks & Co kemudian  membalas surat itu, memberitahu Helena mereka mempunyai 2/3 dari daftar yang diminta. Itulah awal persahabatan Helena dan Frank.

Buku ini dibagi menjadi dua, 84 Charing Cross Road dan the Duchess of Bloomsbury Street.

Menarik sekali mengikuti surat-surat Helena dan Frank dan mengamati bagaimana persahabatan mereka berkembang. Helena yang tinggal di New York dan seakan tanpa basa basi, bercakap-cakap melalui surat dengan Frank, tipikal English man yang mengedepankan sopan santun. Mereka bicara tentang buku, mencari buku, merayakan buku, berargumen tentang buku... Helena Hanff yang menjadi salah satu pelanggan terbaik Marks & Co, karena ia tidak hanya rajin memesan buku tapi juga mengirimkan parsel Natal, Paskah dan perayaan lain untuk semua staf disana. Segera Helena menjadi kesayangan, tidak cuma untuk Frank tapi juga istri dan anak-anak Frank, dan juga staf-staf lain di Marks & Co. Mereka terus menerus saling berkirim surat selama 20 tahun sampai akhirnya ada hal yang memaksa mereka berhenti.

Membaca surat-surat Helena juga berarti mengenal gayanya sebagai seorang kutu buku. Ia ternyata lebih suka membaca buku di perpus, yang kemudian akan dia beli kalau memang ia suka. Ia juga selalu membeli buku bekas karena ia menyukai perasaan bahwa buku itu pernah dimiliki orang lain. Ini membuat saya memikirkan gaya saya sendiri yang cenderung kutu buku emosional, membaca apa saja dan membeli apa saja selama dompet saya mengijinkan :p

Bagian kedua buku ini menceritakan perjalanan Helena Hanff di London yang telah ia impikan selama bertahun-tahun. Ia akhirnya menjadi penulis sukses setelah menerbitkan surat-suratnya dengan Frank. Saya membaca bagian ini sangat lambat karena menurut saya bagian ini cenderung membosankan. Entah kenapa. Mungkin karena Helena menjadi sosok yang berbeda, dia tidak lagi terlalu sering bercerita tentang buku, dan lebih menjadi seorang turis yang memiliki banyak privilese karena statusnya sebagai penulis. Memang dia pergi mengejar tempat-tempat yang ada kaitannya dengan dunia literasi, tapi dia bukan tipe pembaca yang akan pergi ke toko buku dan berada disana berjam-jam hanya melihat-lihat cover dan membaca judulnya. Saya kurang menemukan ruh seorang kutu buku di bagian ini.

Mungkin suatu hari nanti saya akan membaca ulang buku ini, tapi hanya bagian pertamanya saja :)

Buku ini dimasukkan dalam New Authors Reading Challenge 2015 (Buku ke-2)




Tuesday, 27 January 2015

Nonfiction Reading Challenge 2015



Sudah 2015 dan 2014 berlalu tanpa ada Reading Challenge yang sukses :p Tapi buat saya menyerah bukan pilihan yang baik, jadi mari kita mencoba lagi^^ Tahun ini sepertinya saya harus lebih realistis. Saya memilih challenge yang memang in line dengan resolusi baca saya tahun ini yaitu klasik dan non fiksi. Menang bukan tujuan, tapi lebih supaya saya lebih termotivasi buat read better and read wider :D Jadi pas banget lah kalau ikut NRC 2015 yang dihost oleh Evyta.

Targetnya sih satu bulan satu buku aja deh, berhubung saya sebenarnya tidak familiar dengan genre ini dan masih membiasakan diri #alasan. Jadi kalau saya sukses, tahun ini saya akan membaca 12 buku non fiksi.

Nah, berhubung saya masih 'latihan' membaca non-fiksi, saya akan mulai mungkin dengan tema-tema yang saya suka: memoir, sejarah dan tema-tema seperti travel atau olah raga. Akhir-akhir ini saya lagi tertarik banget dengan sejarah Spanyol, jadi mungkin saya akan baca buku seperti The New Spaniards dan Ghosts of Spain, juga tentang tim sepakbola Spanyol di buku La Roja.

Semoga tahun ini keinginan saya untuk read better, read wider and read smarter bisa tercapai^^

Where'd You Go, Bernadette?

Judul    : Where'd You Go, Bernadette?
Penulis : Maria Semple




Saya pengen banget baca buku ini sejak dia masuk nominasi Women's Prize for Fiction. Tapi berhubung belum nemu yang diskonan #pelit, dan masih banyak buku lain yang sepertinya lebih menarik, akhirnya baru baca sekarang setelah nemu buku ini di sebuah charity shop di Dublin hanya dengan harga 3 Euro saja :D

Awalnya saya pikir buku ini tentang Bee, gadis pintar yang meminta pergi ke Antartika sebagai hadiah kelulusannya. Tapi ternyata buku ini tentang Bernadette, ibu Bee, seorang wanita kelas atas dengan masa lalu yang membuat dia berubah menjadi seorang anti-sosial yang menarik diri dari komunitas.

Awalnya saya agak kesulitan menikmati buku ini, selain ditulis dengan sudut pandang yang beda-beda, dalam bentuk yang beda - kadang narasi, kadang potongan surat, kadang email - di awal ceritanya seperti belum berbentuk. Akibatnya buku ini terasa lambat dan kalau sudah kaya gini, biasanya saya jadi lama banget bacanya^^

Tapi ternyata semua pertanyaan yang muncul di bagian pertama mulai terjawab di bagian-bagian selanjutnya. Cerita jadi semakin menarik dan saya mulai tidak bisa berhenti membaca buku ini. Banyak hal yang mengejutkan, seperti masa lalu Bernadette, hubungan Bernadette dengan tetangganya, penipuan oleh mafia internet, usaha suami Bernadette menyembuhkan keanehan istrinya... sampai akhirnya Bernadette memutuskan menghilang.

Bagian akhir buku ini berkisar tentang hubungan Bee dan ayahnya setelah Bernadette pergi, bagaimana mereka pergi ke Antartika dan mencoba menemukan jejak-jejak Bernadette. Bagian akhir ini adalah favorit saya, terutama deskripsi tentang Antartika dan bagaimana hubungan Bee dan ayahnya menghadapi kepergian Bernadette. Endingnya juga sangat menarik, menyediakan ruang untuk kita masuk ke pikiran Bernadette dan mengerti setiap pilihan-pilihan yang dia ambil.

Saya suka karakter-karakter quirky dalam buku ini, bahkan para cameo pun punya karakter yang menarik. Setting waktu dan tempat sangat bisa dipercaya, seperti deskripsi tentang kantor Microsoft - tempat suami Bernadette bekerja - dan proyek robot yang sedang mereka garap. Maria Semple bahkan juga memasukkan Mark Zuckerberg dan Al Gore yang walaupun sekilas tetap saja menarik dan tidak berkesan sekadarnya. Saya suka gaya Maria Semple connected the dots yang awalnya seperti random dan akhirnya, overall,  buku ini punya surprising effects buat pembacanya.



Buku ini dimasukkan dalam New Author Reading Challenge (Buku ke #1)


Tuesday, 25 November 2014

[Koleksi] Gabriel Garcia Marquez


Saya baru baca satu buku karya Gabriel Garcia Marquez, tapi saya berani bilang kalau dia adalah salah satu penulis favorit saya. Sensasi setelah membaca A Thousand Years of Solitude itu legendary! Lalu ketika Marquez meninggal, saya termasuk orang yang mengunggah fotonya di Path dan menyatakan kesedihan saya. Kematiannya mengingatkan niat saya untuk membaca (dan mengoleksi) semua bukunya.

Pilihan saya jatuh pada Penguin Books, selain karena cover-nya bagus, sepertinya Penguin menerbitkan semua buku Gabriel Garcia Marquez. Bandingkan dengan Vintage atau Harper Collins yang hanya menerbitkan 2-3 judul saja.









Saya belum punya satu pun dari seri yang ini... Tapi kalo udah lengkap ntar, pasti cantik banget deh di rak #mupeng

  

Wednesday, 19 November 2014

[Koleksi] James Joyce

Gara-gara bikin postingan Wishful Wednesday, saya jadi dapet ide buat ngumpulin James Joyce terbitan Wordsworth Classics. So far, menurut saya cover edisi ini lebih oke dari penerbit lain. Paling ngga, feeling klasik nya lebih terasa. Terbitan Vintage Books juga cute sih, tapi masalahnya belum semua novel Joyce mereka terbitin T.T

So here they are..

































Emang sih, saya ngga gitu sreg sama cover Ullyses gara-gara gambar mas-mas dan bapak-bapak entah siapa itu. Tapi yang Finnegans Wake nya baguuusss^^

Mari kita kumpulkan buku-buku ini segera!

:D





ps. dari kemarin cuma posting Meme, posting reviewnya kapan? T.T


Wishful Wednesday #3

Minggu kemarin kelewatan ngepost Wishful Wednesday gara-gara kelupaan. Tapi minggu ini ngga dong^^ Lagian postingan ini diiringi doa semoga beneran kesampaian :D

:)

Wishlist saya banyak banget pastinya, tapi minggu ini lagi pengen banget punya ini.

Jadi ceritanya saya punya temen yang suka banget sama James Joyce and I don't know why. Tapi gara-gara terpengaruh dia, dulu saya pernah baca yang terjemahan tapi bosen dan udah lupa sampai halaman berapa.

Nah berhubung mungkin saya bakal dapat kesempatan buat ke Irlandia bulan depan, jadi pengen baca buku ini lagi buat jadi semacam preparatory reading :p

Oh iya, saya sempat bingung mau yang Wordsworth Classics atau Penguin Modern Classics, tapi akhirnya pilihan jatuh ke versi ini. Yah walaupun sebenernya saya lebih naksir terbitannya Vintage Books, cuman mereka ga punya Finnegans Wake... ngga jadi deh >.<

Lagian Wordsworth jauh lebih murah dari Vintage. Buku ini di Amazon cuma GBP 1.99.

Apa saya beli aja yaa?

:p




Share Wishful Wednesday mu yuk...


Silakan follow blog Books to share - atau tambahkan di blogroll/link blogm


Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya! 


Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky blog Books to Share. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian


Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)




Thursday, 13 November 2014

[Koleksi] Jane Austen - Penguin Red Classics

Kalo soal buku, saya perfeksionis 

-.- 

Maksudnya, kalau misalnya baca serial, saya tipe yang harus baca berurutan, mulai dari no. 1. Saya rela membeli dan menyimpan buku, ngga disentuh-sentuh, sampai saya menemukan seri sebelumnya.  Rasanya ngga asik aja kalo baca cerita tapi lompat-lompat...

Trus, saya juga perfeksionis soal ukuran dan jenis cover. Misalnya buku-bukunya John Green, yang terbitan Penguin beda ukurannya dengan terbitan Speak (imprint-nya Penguin). Berhubung buku John Green pertama yang saya beli, The Fault in Our Stars, terbitan Penguin, pas beli An Abundance of Katherines agak sebel karena ternyata itu terbitan Speak dan ukurannya lebih tinggi dari yang terbitan Penguin. Fiuh, penyesalan selalu datang terlambat T.T

Gara-gara ini juga, saya jadi punya dua buku Will Grayson, Will Grayson, satu terbitan Speak dan satu terbitan Penguin. Soalnya saya bener-bener ngga suka sama cover yang terbitan Speak (lah, kenapa dulu dibeli? x_x) Dan rencananya, saya memang akan beli ulang bukunya John Green biar semuanya terbitan Penguin, yang berarti covernya tipikal dan ukurannya sama.

Nah, masalahnya, kadang buku yang sama bisa diterbitkan oleh penerbit yang berbeda. Terutama sih buku cerita klasik, ada terbitan Vintage, Penguin, Oxford, Woodsworth... Bingung kan? Kalau saya sih lumayan bingung soalnya, ya itu tadi, saya tipe yang merasa harus mengoleksi buku satu pengarang dari satu penerbit yang sama. Jadi kalau beli Vintage ya semua judul harus Vintage. Saya mesti pilih-pilih dulu bener-bener mau koleksi yang mana #rempong

Itulah kenapa saya bikin postingan [Koleksi], buat ngingetin diri saya sendiri saya mengkoleksi buku  apa dari penerbit apa.

Untuk [Koleksi] pertama saya mau cerita tentang novel-novel Jane Austen. Dulu sih saya pengen banget complete novels-nya yang hard binding. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, buku macam begitu bawanya susah, berhubung saya tipikal orang yang baca sambil jalan, yang ada kalau susah dibawa ntar malah ngga kebaca. Akhirnya, dari sekian banyak terbitan yang ada, saya pilih seri Red Classics dari Penguin. Saya suka ukurannya yang relatif mungil, enteng dan gampang dibawa, dan tentu saja covernya, terkesan sangat vintage dan classy. Cover yang manis ini adalah hasil karya Kazuko Nomoto. Buku ini juga nyaman dibaca karena ukuran hurufnya standar, ngga terlalu kecil dan dempet-dempet kaya kebanyakan terbitan klasik.






Menurut saya, dengan memutuskan koleksi dari satu jenis penerbit kaya gini, hasrat belanja buku saya jadi agak terarah. Misalnya, berhubung saya udah terlanjur cinta sama seri yang ini, meskipun kemarin saya lihat Pride & Prejudice murah banget tetep aja ngga tergoda, soalnya walaupun murah tapi dia terbitan Oxford. Ngga bagus kan dilihat kalo di rak, yang Penguin bertengger manis dan imut, eh tiba-tiba di tengah si terbitan Oxford ini berdiri lebih gede dan lebih tinggi -.-

Anyway, sejauh ini saya sudah punya Emma, Sense & Sensibility, Northanger Abbey dan kemarin baru nemu Mansfield Park. Semoga dalam waktu dekat bisa dapet sisanya :) 


Wednesday, 5 November 2014

Wishful Wednesday #2

Yep, I know. Orang-orang udah bikin Wishful Wednesday sampai puluhan, tapi saya baru #2. Dan iyaa, ngaku dosa, jarang banget ngeblog resensi buku walaupun tahun ini udah lumayan banyak buku yang dibaca. Emang anggota BBI satu ini minta digetok!

Tapi mulai sekarang diusahain deh buat mulai rajin ngeblog lagi... ^^

Btw, beberapa hari ini di toko buku kampus, saya liat tas lucu yang temanya buku, kaya gini  nih tasnya... 


YEP!!! That is SUPER CUTE!!!

Dan ternyata tas ini bisa didapet gratis kalo kita beli buku tertentu. Kenapa? Karena tas ini adalah bagian dari kampanya BOOKS ARE MY BAG, kampanye mempopulerkan kembali toko buku lokal di Inggris dan Irlandia. Mungkin karena sekarang banyak banget yang beli online, tobuk konvensional yang kebanyakan independen jadi agak ditinggalkan. Kurang lebih sih kampanyenya kaya gini,


Kalau pengen tahu tentang kampanye ini bisa klik disini.

Nah, apa hubungannya kampanye ini dengan Wishful Wednesday? Ada dong pastinya. Jadi, buat Wishful Wednesday kali ini, saya lagi pengen banget beli Books Are My Bag official books yaitu The Bookshop Book-nya Jen Campbell.

Betul banget! Jen Campbell ini adalah penulis dua seri buku The Weird Things Customers Say in Bookshops. Aku belom baca sih buku itu, tapi kemarin nemu diskonan dan udah tiba dengan selamat di flat temen, cuman belom sempet ngambil T.T

Pokoknya The Bookshop Book ini menurut aku must have item buat bibliophile. Apa isi buku ini?

Every bookshop has a story.

We’re not talking about rooms that are just full of books. We’re talking about bookshops in barns, disused factories, converted churches and underground car parks. Bookshops on boats, on buses, and in old run-down train stations. Fold-out bookshops, undercover bookshops, this-is-the-best-place-I’ve-ever-been-to-bookshops.

Meet Sarah and her Book Barge sailing across the sea to France. Meet Sebastien, in Mongolia, who sells books to herders of the Altai mountains. Meet the bookshop in Canada that’s invented the world’s first antiquarian book vending machine.

And that’s just the beginning.

From the oldest bookshop in the world, to the smallest you could imagine, The Bookshop Book examines the history of books, talks to authors about their favourite places, and looks at over three hundred weirdly wonderful bookshops across six continents (sadly, we’ve yet to build a bookshop down in the South Pole).

The Bookshop Book is a love letter to bookshops all around the world.

Authors involved in the book include Brian Aldiss, David Almond, Bill Bryson, Tracy Chevalier, Cornelia Funke, Audrey Niffenegger, Ian Rankin, Jacqueline Wilson and more.

Buku ini asik banget ya kayanya??? Dan beli buku ini dapet tas cute ituuuu!!! *drroooollliiinggg



Share Wishful Wednesday mu yuk 
  • Silakan follow blog Books to share - atau tambahkan di blogroll/link blogmu
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya! 
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)


Monday, 3 February 2014

Buying Monday #2 - Januari 2014


 Baiklah, setelah absen bikin Buying Monday, kali ini mencoba bersemangat lagi ngedata buku-buku yang baru saja masuk jadi anggota timbunan :D Bulan Januari cukup kalap berhubung Presiden udah tanda tangan renumerasi buat kantorku dan awal tahun kemarin dapet rejeki nomplok. Apalagi disana disini sering ketemu diskooonnnn. AH! Pencobaan!


Okeh, siapa saja para anggota baru itu?

Bukumoo
  1. STOP: Perang Melawan Mafia
  2. Trio Detektif: Misteri Singa Gugup
  3. Trio Detektif: Misteri Kuda Tanpa Kepala
  4. Trio Detektif: Manusia Gua
  5. Trio Detektif: Misteri Teka Teki Aneh
  6. Trio Detektif: Misteri Setan Menandak
  7. The Alchemist (Paulo Coelho)
  8. Aku Kesepian,Sayang” “Datanglah Menjelang Kematian” (Seno Gumira Ajidarma)
  9. The Bronze Bow (Elizabeth George Speare)
  10. Kota di Padang Rumput (Laura Ingalls)
  11. Kembang Jepun (Remy Silado)
  12. Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari)

Thursday, 30 January 2014

[Review] Kei (and Secret Santa guess!)

Judul : Kei (Kutemukan Cinta di Tengah Perang)
Penulis : Erni Aladjai
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 978-979-780-649-1
Jumlah Halaman : 250

Buku ini adalah buku kedua dari Secret Santa... ^^ Review buku pertama bisa dilihat disini.

Sebagai pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012, of course, saya sudah menyimpan ekspektasi yang cukup tinggi untuk novel ini. Untunglah, novel ini tidak mengecewakan saya.Bisa dibilang saya membaca novel ini dalam sekali duduk. Hasilnya emosional. Begitu kalimat terakhir selesai dibaca, jadi speechless untuk beberapa detik -.-'

Novel ini mengambil setting di Kei, salah satu pulau di Kepulauan Maluku. Ketika konflik agama terjadi di sana, Kei pun terkena imbasnya. Peristiwa penyerangan membuat penduduk Kei harus mengungsi, termasuk juga Namira Evav, seorang gadis Muslim yang kehilangan keluarganya karena konflik. Di pengungsian, ia bertemu dengan Sala, pemuda Kristen yang mengalami nasib serupa. Mereka jatuh cinta di pengungsian, sama-sama menyimpan harapan bahwa suatu saat nanti bisa menghabiskan hidup berdua dalam kedamaian.


[Review] Jika: dan hanya Jika

Judul      : Jika (dan hanya jika)
Editor    : Windy Ariestanty
Penerbit : Gagas Media
Genre    : Kumpulan Cerita
ISBN    : 978-979-780-64-15

Buku ini adalah hadiah pertama dari Secret Santa :) Yes, I got two books hehe... Terima kasih ya, dear Santa. 

Buku ini jelas-jelas tipe buku saya. Pertama, seperti membaca puisi liris dalam versi prosa. Kedua, saya selalu suka kumpulan cerpen. Dan untuk tipe kumcer, buku ini lumayan berisi. Ada 12 cerita dari 12 penulis berbeda, plus 'pengantar' dari Windy Ariestanty yang menjadi editornya. 

Konsep buku ini cukup menarik. Setiap penulis membuat ceritanya berdasarkan foto dan berpusat pada kata 'jika'.

Wednesday, 29 January 2014

[Review] Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari

Judul : Ronggeng Dukuh Paruk
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-0196-3
Jumlah Halaman : 406

Sinopsis :

Novel ini merupakan gabungan dari 3 buku: Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus di Dini Hari dan Jantera Bianglala, yang menceritakan kehidupan Srintil, seorang warga Dukuh Paruk. 

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya dukuh itu merasakah kehilangan jati diri.

Wishful Wednesday #1



Selamat hari Rabu!

:)

Ini pertama kalinya saya ikut Wishful Wednesday: postingan setiap hari Rabu tentang buku-buku apa yang lagi dipengenin.

Belakangan ini saya lagi keingetan terus sama Remy Sylado, salah satu pengarang favorit saya. Saya udah janji sama diri sendiri kalau semua bukunya harus saya koleksi. Saya suka dengan caranya menulis novel sejarah yang ngga ngebosenin tapi tetap kaya dengan riset.

Monday, 27 January 2014

[Review] Tales of the Friendly Forest


Sudah tanggal 27 dan ini saatnya baca dan posting bareng BBI!!! Bulan Januari ini temanya Fabel. Awalnya bingung2 mau baca apa. Pas banget abis re-install kindle di android trus nemu buku lucu ini gratis^^

Judul    : Tales of the Friendly Forest
Penulis : Alexei Lukshin
Bahasa : Inggris
Format : e-book
Publication Date : 29 Desember 2013

Kesan pertama baca buku anak-anak macam ini pasti ilustrasinya. Agak-agak mirip Beatrix Potter yah? Lumayan tipikal sih, tapi suka aja hehe...

Cerita-cerita di buku ini sederhana dan pesan moralnya jelas. Mengajari anak-anak banyak hal yang baik, mulai dari persahabatan, kegemaran membaca, rajin berolahraga sampai pentingnya mandi. :D Setuju banget dengan deskripsi di Amazon tentang buku ini: