Thursday, 1 August 2013

Buying Monday #1

Meme dari Aul@The Black in The Book. Harusnya dibuat di hari Senin tapi baru sempat posting di hari Kamis :p Tak apalah, mohon maklum^^

Bulan ini saya kalap dan khilaf. Kalapnya khilaf. Khilafnya kalap #apa sih. Langsung aja lah ya kita lihat seperti apa... Here we go...

Iseng ngga ada kerjaan maen di Gramedia


Hujan Bulan Juni - Sapardi Joko Damono (finally, setelah nyari2 buku ini, seneng banget Gramedia nyetak ulang... I'm totally in love with Sapardi - walaupun cintanya harus dibagi dengan Acep Zam-zam Noor)

Laki-Laki Pemanggul Goni (berhubung aku koleksi kumpulan cerpen Kompas, dari yang jamannya tahun 90an, buku ini wajib dibeli #justifikasi)

Kesturi & Kepodang Kuning - Afifah Afra (murni karena penasaran)

Untunglah semua ini diskon 20 persen berhubung mantan karyawan Gramed yang masih punya koneksi dengan orang dalam :p


Monday, 29 July 2013

Literatourism : De Slegte - Den Haag

Post ini ditulis buat bayar utang ke Ren yang lagi semangat ngumpulin artikel pandangan mata tentang Literatourism :D Awalnya sih mau nulis tentang Shakespeare & Co, tapi berhubung udah ada yang nulis tentang toko buku itu, kali ini aku nulis soal De Slegte aja ya.

De Slegte adalah jaringan toko buku di Belanda. Iseng nyari artinya De Slegte di Google translate tapi ga nemu :p  Kayanya sih nama yang punya toko #sotoy. Anyway, kesanku sih De Slegte ini agak mirip-mirip dengan Gramedia disini, cuman bedanya De Slegte ini an extensive bookchain specialised on discounted and secondhand books. De Slegte ada di hampir semua kota besar di Belanda, dan yang aku sempat datengin De Slegte di Den Haag, sekitar bulan Maret 2011.

De Slegte Den Haag berlokasi di daerah Centrum, semacam pusat pertokoan di Den Haag. Jalan aja lurus dari toko yang jual kentang goreng, sampe kira2 hampir pojok gitu, De Slegte ini ada di sebelah kiri #petunjukarahmacamapaini :p Biar ga nyasar alamatnya disini : Spuistraat 21, 2511 BC Den Haag.

Walaupun sama-sama secondhand book store, yang membedakan De Slegte dengan Shakespeare & Co menurut aku sih ambience-nya. Shakespeare & Co cenderung berantakan karena bukunya bergeletakan dari kanan kiri atas bawah, tapi De Slegte ini rapi selayaknya toko buku.

De Slegte di Den Haag dibagi jadi dua lantai. Lantai pertama untuk books-related-things yang udah tua dan langka. Kenapa books-related? Karena disana juga ada old postcards, old letters, old stamps... berjajar rapi di lemari kaca. Selain bagian old things itu, aku ga terlalu mengeksplore lantai ini karena disini yang dijual adalah buku bahasa Belanda.

Surga di De Slegte adalah di lantai 2, english section - new and second hand books. Waktu itu aku betah banget ngejogrok disini, sambil nungguin rombongan cewek-cewek hunting baju di Zara, Bershka atau H&M^^ Buku di lantai ini disusun berdasarkan abjad dan I guarantee you, walaupun second hand tapi buku-buku disini kaya baru. And the new one, diskonnya cukup bikin kita senyum terus sepanjang disana.

Buku yang aku beli di De Slegte cukup banyak, lumayan banyak sampe akhirnya buku-bukunya harus dikapalin karena kalau dikirim paket bakalan bikin tekor haha... Waktu itu malah sempat bawa-bawa  list 1001 books you have to read before you die trus dipantengin deh rak bukunya satu-satu hahaha... Ini dua diantaranya :


Penhaligons Scented Treasury of Seasons Verse and Prose (Edited by Sheila Pickles) edisi Musim Gugur, Musim Semi, dan Musim Dingin. Salah satu seri kesayanganku, bukunya wangi - sesuai tema musim, berisi puisi, prosa, lukisan, cuplikan novel, juga sesuai tema musimnya. Waktu itu ga nemu yang edisi Musim Panas, tapi kayanya di Amazon ada sih *belum niat beli hehehe



 
Shipping News - Annie Proulx edisi Perennial nya Harper. Waktu itu ga atau kalau buku ini menang Pulitzer, cuma gara-gara masuk 1001 books you have to read before you die akhirnya dibeli... yah, selain karena diskon juga sih. Kalo ga salah cuma sekitar 3 euro. Fyi, buku ini belom dibaca sampe sekarang >,<


Entah saking asyiknya, atau emang ga boleh bawa kamera, akhirnya ga ada satupun foto yang diambil disini #nyesel. Tapi browsing sana browsing sini kira-kira De Slegte itu seperti ini :

picture taken from here
Btw, pas nulis ini dan browsing lagi tentang De Slegte, baru nyadar kalo De Slegte udah ganti nama jadi Polare sejak 26 Juni 2013. So, mungkin beberapa detail sudah berbeda, tapi konsep awal sepertinya masih dipertahankan. Hmmm, padahal kan lebih romantis De Slegte ya namanya...

Tulisan lain yang aku bikin tentang De Slegte bisa dibaca disini.


Literatourism : Perjalanan. Petualangan. Pembelajaran.


Love,
Dhieta



“What I say is, a town isn't a town without a bookstore. It may call itself a town, but unless it's got a bookstore it knows it's not fooling a soul.” ― Neil Gaiman, American Gods

 

Monday, 13 May 2013

[Review] Tuesdays with Morrie

Akhirnya ada juga kesempatan buat ngeblog #fiuh. Banyak utang buku yang mesti di review nih. Satu-satu deh ya, semoga segala kegilaan di kantor cepet berakhir biar bisa beresin utang-utang itu :p 

Tuesdays with Morrie is definetely my cup of tea! Ini adalah tipe buku yang akan membuatmu merasa membacanya bener-bener ngga sia-sia. Sebuah buku yang membuatmu belajar sesuatu, walaupun sesuatu itu bukanlah sesuatu yang baru. 

Okey, let's begin...



Tema besarnya adalah tentang makna kehidupan.

Berawal dari seorang Mitch Albom yang mendengar kabar bahwa Morrie Schwartz, dosen favoritnya, sakit dan hidupnya tidak lagi lama. Diantara kesibukannya, Mitch mengambil keputusan untuk menyediakan waktu menengok Morrie, sebelum dia benar-benar meninggal. Pada pertemuan mereka Morrie menanyakan beberapa pertanyaan yang sulit ia jawab.


"Apakah kamu sudah menemukan teman untuk berbagi isi hati?"
"Apakah kamu banyak memberi untuk masyarakat?"
"Apakah kamu berdamai dengan dirimu?"

Pertanyaan yang menggugah hati Mitch. Ia mengingat komitmen masa mudanya, keinginannya untuk tidak bekerja demi uang, namun bergabung dengan pasukan perdamaian. Ia dulu ingin menghabiskan hidupnya dengan indah dan menginspirasi.

Kenyataanya, ia bekerja di televisi, dengan tuntutan pekerjaan yang bahkan membuatnya sulit memiliki waktu untuk diri sendiri, apalagi untuk orang lain. Ia tidak tahu apa yang ia dapatkan, selain uang dan popularitas.

Morrie menyadarkannya. "So many people walk around with a meaningless life. They seem half asleep, even when they're busy doing things they think are important. This is because they're chasing the wrong thing. The way you get meaning into your life is to devote yourself to loving others, devote your self to community around you, and devote your self to creating something that gives you purpose and meaning.

Mereka kemudian berjanji untuk bertemu setiap hari Selasa dan bicara tentang hidup.

***

Buat saya, buku ini menjadi semacam kontemplasi, sebuah perenungan tentang hidup kita sendiri. Seperti kita juga berada di rumah Morrie, setiap hari Selasa, belajar di kelas yang sama dengan Mitch. Topik yang diajarkan beragam, mulai dari diskusi soal dunia, penyesalan, kematian, keluarga, emosi, ketakutan menjadi tua, keuangan, penikahan, budaya, pengampunan dan perpisahan.

Saya dibawa menyelami tokoh Morrie yang mempesona. Seseorang yang tahu tujuan hidupnya: mengabdikan diri bagi dunia pendidikan, menginspirasi sebanyak mungkin mahasiswanya. Ia bersahaja dan mementingkan orang lain bahkan lebih dari dirinya sendiri. Ia tahu bahwa nilai kehidupan bukan pada materi.  Mungkin hal ini lebih mudah ia pelajari karena ia tidak berasal dari latar belakang orang kaya. Masa kecilnya sampai remaja dihabiskan dalam kemiskinan. Kesulitan hidup mengajarinya hal-hal berharga dari hidup itu sendiri.

Saya juga mengagumi Mitch. Di dalam kesuksesannya sebagai jurnalis, ia masih memiliki ruang untuk masa lalunya, termasuk seorang dosen tua yang hampir mati. Mitch juga tipikal orang yang terbuka untuk terus belajar. Dia tahu hidupnya bukanlah hidup yang lengkap, meskipun ia sama sekali tidak berkekurangan. Banyak hal harus dibenahi dan ia mau belajar dari hidup seorang Morrie. Setelah itu, Mitch juga mau membuat penyesuaian di hidupnya, walaupun tadinya hal itu sangat sulit ia lakukan. Menurut saya, Mitch sangat rendah hati.

Buku ini memuat banyak pelajaran berharga. Saking banyaknya, hampir tidak ada halaman tanpa coretan stabilo kuning. Kalimat-kalimat di dalamnya sangat quotable. Mengingatkan dan menginspirasi. Finally, saya belajar bahwa hidup bisa dilewati tanpa penyesalan, kalau kita tahu untuk apa dan bagaimana kita melewatkannya. "Make peace with living," begitu kata Morrie.

Akhirnya, bacaan berbahasa Inggris saya nambah lagi #kejar target :p


Wednesday, 1 May 2013

Giveaway Announcement : BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop

Holaaaaaaaaaaa.... just a quick post everybody!

Maaf banget agak-agak telat buat bikin post ini. Soalnya lagi hectic banget di kantor euy. Jadi buat yang udah ikutan, thanks banget ya udah sabar menanti selama ini #halah. Pertama kali jadi host giveaway rasanya menyenangkan ternyata. Kalau suatu saat bisa menang giveaway pasti lebih menyenangkan #loh.

Anyway, totalnya ada 54 orang yang input entries. Sayangnya cuma ada 1 orang yang akan memenangkan 1 (satu) giveaway berupa award winning books.

Dan yang beruntung itu adalaaaaah...

Indah Stewart

berhak atas 1 buah buku sesuai permintaan
Blood Red Road karya Moira Young, pemenang Cyblis Award 2011. 
 
Selamat ya Indah, I'll send you notification email at the soonest :p

Buat perserta lain yang belum beruntung, thank you banget udah ikut berpartisipasi. Apalagi banyak yang sebenernya belum akrab dengan award winning books, karena ruwet katanya, tapi tetep ikutan juga. Makasih banget udah bikin giveawaynya rame. Moga-moga di giveaway lain bisa menang yaa (berdoa juga buat diri sendiri :p) hehehe...

Tetap membaca. Tetap menulis. Tetap menginspirasi.


Love,
Dhieta




Saturday, 13 April 2013

BBI 2nd Anniversary Giveaway Hop

Happy birthday BBI!!!

Hari ini BBI ulang tahun, yeyeyeyeye!!! Dan bukan BBI namanya kalau ngga ngadain event-event yang keren abis, celebrating the love of books and celebrating the friendships tied by books!!! Salah satunya adalaaaaahhhh.....


Sooo, walaupun saya ini member baru BBI yang belom pernah menang giveaway sampe ngiler-ngiler :p Akhirnya tetep aja mutusin buat jadisalah satu  host BBI Anniversary Giveaway Hop ini. Yaaah, itung-itung sekalian ngerayain ultah saya 5 April kemarin lah huehuehueheu... Senengnya ultah di bulan yang sama dengan BBI huehuehue.... 

Nah giveaway dari saya ini temanya adalah Award Winning Books! Yey! *heboh

Belakangan saya lagi suka banget baca award winning books karena biasanya saya bisa belajar banyak dari situ hehehe. Walopun beberapa buku bikin kening berkerut tapi banyak juga yang bikin breathless^^ Jadi, pengen aja bikin yang lain ketularan baca award winning books :p  

Nah, sudah jelas... Pemenang giveaway ini akan mendapatkan satu buah buku pilihan sendiri dari bookdepository.com atau betterworldbooks.com. Nanti kita liat lah mana yang lebih murah :p Buku yang dipilih harus memenuhi syarat berikut:
  1. Termasuk award winning book (terserah award apa, boleh Nobel, Pulitzer, Man Booker Prize, Orange Prize, National Book Award, Khatulistiwa Literary Award or apapun)
  2. Harga maksimal $10
Nah, caranya gampang banget bow! Tinggal klik-klik rafflecopter di bawah. Khusus buat leave blog post comment, jawab pertanyaan berikut yaa...
  1. Sudah seberapa akrab kah kamu dengan award winning books?
  2. Data buku yang diinginkan sebagai hadiah (judul, pengarang, award yang diterima) dan alasan kenapa memilih buku tersebut.
  3. Jangan lupa sertakan alamat email yaa^^
a Rafflecopter giveaway

Nah, gampang kan? Yuk, yuk, yuk ikutaaannn.... dan jangan lupa masih banyak Giveaway lain yang diadakan oleh member BBI. Happy blogwalking, participate in the celebration and win the giveaways!!!

Oh iya... kayanya mesti ditutup dengan ucapan ini,

HAPPY BIRTHDAY BEBI!!! KEEP BOOKING THE NATION!
YEY!